Sejarah Singkat Yayasan
Formulir Aplikasi
 
 
Mereka Butuh Beasiswa SUPERSEMAR

29 Agustus 2000



Dari data yang berhasil dihimpun GEMA MANDIRI, hingga tahun 1998 saja Yayasan Supersemar emberikan beasiswa kapada mahasiswa program sarjana penuh (S1) tidak kurang dari 254.889 orang dan 581.839 orang siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sedangkan mahasiswa pasca sarjana S2 dan S3 ercatat 5.703 otang yang menerima beasiswa Supersemar. Untuk anak asuh yang terrdiri dari anak-anak Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) berjumlah 532.000 murid. Dan beaiswa Supersemar juga diberikan kepada 9.038 orang atlet berprestasi yang dikoordinir Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Dana yang berhasil disalurkan untuk besiswa tersebut hingga tahun 1998 tercatat tidak kurang dari RP 237,2 Miliar. Kenyataan itulah menunjuk betapa tinggi kepedulian dari Yayasan Yang didirikan pada tanggal 16 Mei 1974 ini. Memang sejak awal yayasan ini memilki komitmen, yalni tujuan mulia sesuai dengan dengan jiwa pendirinya, berupaya membantu memberdayakan masyarakat lewat bantuan beasiswa pendidikan.

"Semenjak awal didirikannya yayasan ini telah menempatkan diri sebagai mitra pemerintah dalam rangka mencerdaskan bangsa," Kata humas Yayasan Supersemar DRS Sugeng pada Hari Setiowanto dari GEMA MANDIRI, beberapa waktu lalu, di Gedung Granadi, Jakarta. Khususnya lanjut lulusan IISIP Lenteng Agung Jakarta ini , upaya tersebut melalui pendidikan formal yang diwujudkan lweat pemberian beasiswa dan bantuan-bantuan penunjang program pemerintah .

Lestarikan Kesinambungan
Maksud baik pemberian beasiswa dari Yayasan Supersemar kepada masyarakat-para siswa dan mahasiswa-seperti yang masih terus berlangsung selama ini, perlu dilestarikan kesinambungannya. Pasalnya para siswa dan para mahasiswa keluarga tidak mampu sangat membutuhkan tunjangan beasiswa ini. Apa jadinya nasib dan kesinambungannya pendidikan siswa dan mahasiswa berprestasi dari keluarga pra sejahtera , bila bantuan Supersemar terhenti?

"Bisa dibayangkan jika tiba-tiba saja tunjangan beasiswa ini terhenti berapa jumlah anak-anak berprestasi yang harus terputus proses pendidikannya ditengah jalan?" Ujar Drs. Rusli, mantan penerima beasiswa Supersemar ketika masih duduk di bangku kuliah di Universitas Hasanudin, Ujung Pandang.

Lebih lanjut Dosen Universitas Yayasan Akuntansi Indonesia (YAI) Jakarta ini mengungkapkan, beasiswa Suersemar sangat berdaya guna bagi siswa dan mahasiswa dari keluarga tidak mampu. Dengan adanya beasiswa Supersemar yang diberikan kepada sejumlah siswa berprestasi dari Keluarga Prasejahtera dan Sejahtera I maka sangat memberi manfaat bessar," paparnya.

Dengan dana beaiswa dari Yayasan Supersemar, menurutnya siswa tidak mampu sangat tertolong dan dapat belajar dengan semestinya. "Jangan sampai potensi mereka terhenti hanya karena ketiadaan danan untuk biaya sekolah," ujar sarjana IKIP Jakarta (Sekarang Universitas Negri Jakarta-UNI) tahun 1981.

Berkaitan beasiswa yang diterima muridnya, Nurman selalu mengingatkan sekaligus memotivasi para penerima Beasiswa Supersemar tersebut agar tetap mempertahankan dan terus mengupayakanprningkatan prestasinya. Selain itu , mereka yang mendapat beasiswa Supersemar harus bersikap dan berprilaku baik serta menjaga nama baik sekolah.

Nurman berharap, pemberian beasiswa Supersemar yang diberikan setahun sekali dengan rincian perbulan sebesar 25 ribu rupiah, kalau bisa diubah sistem tempo pemberiannya menjadi 6 bulan cair, tetapi diberikan tetap selama satu tahun. Alasan dia, kebutuhan siswa seringkali sangat mendesak sehingga bila harus menunggu selama satu tahun terlalu lama.

Mahasiswa penerima beasiswa Suprsemar dari UNJ Jurusan Teknologi Pendidikan semester VIII Suwandi menimpali, beasiswa Supersemar yang diterimanya selama ini dipergunakan untuk biaya kuliah. Sebagai mahasiswa yang membutuhkan biaya, ketua KMA-PGS UNJ ini sangat mengharapkan keberlangsungan beasiswa Supersemar ini.

Apa pasal? Karena bila besiswa Supersemar yang sangat manusiawi ini terhenti, menurut pendapat Suwandi dapat menyebabkan kepunahan generasi penerus bangsa ini. Pasalnya berapa banyak pelajar, mahasiswa yang terpaksa meninggalkan bangku sekolah sebelum menyelesaikan pendidikannya. Belum lagi harus kemana para peneliti mencari bantuan untuk mendukung penelitiannya yang sangat berguna itu.

Kesinambungan penelitian besiswa Supersemar tidak boleh berhenti. Program sebaik ini harus di teruskan bila perlu ditingkatkan, sehingga tidak akan terjadi pelajar, mahaswa keluarga miskin berprestasi yang menjerit karea kesempatan pendidikan terpuus hanya sebab ketiadaan dana.


     
  >> Yayasan Damandiri Kucurkan Kredit Taskin Rp. 3,5 miliar

Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra
design by
gemari.or.id
Update by Suwandi Yesaya (suwandiy@vision.net.id) 25 Sept 2003